"Eh gua mau bikin startup nih, jadi startupnya bergerak di bidang pariwisata gitu. Gua lagi cari partner yang melek tentang pariwisata dan IT nih. Nggak harus yang pro banget, yang penting tau lah tentang dunia pariwisata dan IT gitu"

Kalimat di atas adalah pesan pembuka saat aku mengirimkan chat kepada seorang teman. Ya sejak beberapa tahun silam aku pengen punya perusahaan sendiri. Nggakpapa kecil asal bermanfaat bagi orang-orang.

Lha kok tumben kepikiran mau bikin startup ? aku sendiri udah suka dunia bisnis sejak duduk di bangku SD. Inget banget dulu suka bawa roti buatan ibuk, alhamdulillah untungnya lumayan buat beli binder ataupun majalah bobo kala itu.

Jaman krja di startup company

Menjadi dewasa seperti sekarang, keinginan untuk berbisnis muncul terus. Bahkan sejak kuliah kemarin. Baru kesampean bikin usaha dekor flower tahun 2017 dan bertahan setahun aja karna cuma 2 orang dan kami berdua sibuknya bukan main. Sayang banget sih, tapi nggakpapa. Dari situ aku dan temanku belajar, kalau kita perlu kerja keras supaya ada modal lagi untuk mempekerjakan karyawan.

Eeeeh tetiba akhir tahun kemaren aku nonton drama korea yang judulnya startup dan langsung bikin semangat menggebu-gebu lagi untuk bikin startup. Ya semua gara-gara Startup, drama korea yang episodenya cuma belasan itu bikin aku melek lagi untuk berbisnis. Memang gak gampang untuk memulai tuh. Tapi yah mulai aja dulu.

Aku nggak akan menceritakan panjang lebar di sini tentang startup yang akan aku bangun hahaha. Nanti ajalah kalo udah jadi, temen-temen yang baca tulisan ini mohon aminkan yah supaya lancar semua persiapannya. Tapi bolehlah aku berbagi sedikit mengenai cara mengelola startup yang selama ini aku pelajari juga dari kantorku. 

Well, aku mengawali karir di sebuah kantor startup dari Malaysia yang bergerak di bidang Financial Technology. Kurang lebih sebelas bulan di sana dan ada beberapa hal yang aku pelajari.

1. Tentukan Produk yang akan Dijual

Setelah kalian punya tim, menentukan produk yang akan dijual ini penting banget. Contohnya seperti kantorku dahulu yang ebrgerak dibidang financial technology, kantor kami membuat teknologi untuk kebutuhan finance yang memudahkan tenaga kerja asing untuk mengirimkan uang melalui aplikasi di handphone. Sangat membantu banget kan untuk orang-orang. 

Sumber : Porinto


2. Amati, Tiru, Modifikasi

Jujur saja di era sekarang itu banyaak banget startup baru. Dan semuanya rata-rata mirip. Kita ambil contoh saja, dulu pionir untuk tiket online adalah tiket.com, tapi sekarang udah banyak pilihan lainnya seperti traveloka, indonesia flight, bahkan tokopedia dan blibli juga bikin tampilan khusus untuk jual beli tiket pesawat hehe.

Sumber : Dokterweb

3. Selalu Terbuka dengan Kritikan dari Konsumen

Kritikan adalah guru terbaik ! kalau kamu sebagai pimpinan nggak bisa menerima kritikan yah gak bakal maju perusahaan yang kamu pimpin. Selalu ada excuse atau sanggahan kepada konsumen. Padahal kritikan dari konsumen ini tuh bisa jadi batu loncatan untuk bikin produk kita jadi makin baik. Dari bosku aku belajar untuk selalu terbuka akan kritikan. Bahkan jaman aku ngantor dulu, bosku sering banget membaca kritikan dari konsumen dan menanggapinya dengan sangat baik. Nggak ada excuse, yang ada kami semua mengadakan internal meeting dan ngebahas apa aja yang harus kami tingkatkan lagi. 

Sumber : One nun

Kelas dari situ, konsumen yang tadinya protes menyampaikan apresiasi kepada kami. its's mean a lot for me. Sesimple itu bahagianya. Karena bisa growup dengan sesuatu yang baru dan mendapat apresiasi.

4. Pilih Inventaris Kantor dengan Kualitas Terbaik

Nah ini yang penting. Di dunia per-startup-an itu ada yang perlengkapan kantornya sewa (nggakpapa banget sih ini) apalagi untuk perlengkapan yang jarang digunakan. Biasanya pada sewa tahunan gitu. Cuma ada beberapa inventaris kantor yang kalian wajib punya. Laptop, Handphone, ATK, dan yang paling penting itu adalah Printer!

Kenapa printer penting ? kalau nggak ada printer, bakal berasa banget capeknya bolak-balik ngeprint ke warnet. Belum lagi tukang jaga di tempat fotokopi tau sendiri lah yah juteknya cem mana 😌. Dari 10 tempat fotokopi yang pernah aku datangi, hanya 2 tempat fotokopi yang mas-masnya ramah hahaha. Rasanya hih.




Nah Printer Bagus untuk Kantor ini rekomendasiku yah produk HP. Karena memang kantorku kemarin pakai produk ini juga hehe. HP Printer Deskjet Series 2337 ini didominasi dengan warna putih dan hijau dibagian atas. Warna hijaunya ini bikin kesan "fresh" gitu.

kenapa harus punya printer ini ?
Untuk startup, printer ini sudah cukup banget untuk ngebantu  kegiatan operasional, untuk ngeprint, untuk fotokopi dan juga bisa dipakai untuk scan dokumen. Kalau ada budget lebih bisa beli yang agak besaran. Tapi menurutku pribadi yah HP Printer Deskjet Series 2337 ini tuh sudah lebih dari cukup.

Terus keunggulan printer ini apa saja sih kak ?
Sini kakak jelasin yah.
Pertama, Kualitas Printnya Mumpuni
Nah kalian liat dibagian print speed black itu up to 7.5 ppm dan print speed color 5.5 ppm artinya speed cetak 7.5 lembar/detik untuk speed kalau ngeprint warna hitam dan 5.5 lembar/detik untuk speed kalau ngeprint berwarna. Oh ya ppm itu artinya (paper per minute).

Kedua, Bisa pakai aplikasi HP Smart
Jadi ini tuh apliaksi HP Printer yang bisa kamu download baik di android maupun iphone yah. Pokoknya kalau sudah download apps ini kalian bisa print dan scan dokumen di printer HP yang ada dimana saja (tentunya yang compatible dengan apps).


Ketiga, harga tintanya terjangkau dan gampang nyarinya
Sumpah yah ini penting banget. Harga tinta printer yang murah dan gampang nyarinya. Bahkan udah tersedia juga di beberapa marketplace dengan harga yang terjangkau banget di official store HP yang ada di marketplace.


Gimana - gimana ? udah lah harga terjangkau, kualitas mumpuni dan gampang juga kan nyari tintanya kalau abis. Cuuus lah jadiiin printer HP ini inventaris kantor.

5. Evaluasi Tim Wajib Dilakukan Sebulan Sekali

Kenapa evaluasi wajib? yah namanya dunia kerja pasti adalah senggol bacoknya, nggak sukanya sama si A sama si B. Nah kultur perusahaan yang oke adalah mengadakan evaluasi rutin. Bisa dibikin per minggu, per dua minggu ataupun per bulan. Jadi kalau ada masalah bisa dirembukin bareng-bareng dan semuanya open, kenapa begitu ? biar gak jadi bom waktu yang nantinya akan meledak hehe.

Sumber : DetikFinance

Evaluasi rutin ini bagus banget lho, selain bisa tau kekurangan kita apa aja, jadi kita juga bisa tau apa aja hal-hal yang harus ditingkatkan bair sama-sama berkembang jadi pribadi yang lebih baik lagi. Kalau company kalian gimana ? suka ngadain evaluasi tim juga atau engga ? 

Last but not least, banyak banget startup di Indonesia yang mirip-mirip. Cuma mereka ada ciri khas masing-masing. Jangan takut untuk mulai mencoba hal-hal baru, karena sesuatu yang besar dimulai dari langkah yang kecil.