Melihat Jiwa Indonesia melalui Silat dan Wayang


Dulu, negeri ini tidak begitu tersohor seperti sekarang.
Tidak ada yang tahu akan sebuah negeri yang indah ini. Negeri yang bahkan di peta dunia begitu kecil. Padahal negeri kecil ini penuh dengan keanekaragaman sumber daya dan kebudayaan.
Hingga akhirnya  rempah – rempahlah yang membuat  negeri ini didengar namanya di kancah dunia. Berbondong – bondong kapal phinisi memenuhi Batavia untuk mengangkut rempah – rempah.

Sekarang, bukan hanya rempah – rempah lagi yang membuat Indonesia terkenal di kancah Dunia. Adalah Silat dan Wayang yang turut serta mengenalkan Indonesia di mata dunia.
Lihat saja, industri perfilman kita yang mulai booming dengan film – film action dan laga. Beragam aksi silat memenuhi frame film laga.

Saya bersua dengan Yayan Ruhian, Master Silat Indonesia yang kebetulan pernah melakoni aksi silat dalam sebuah judul film yang booming di Indonesia. “Karena silat merupakan bela diri yang lengkap” ujarnya. Apa sih hebatnya silat ?? pertanyaan yang masih mengitari pikiran saya.

Nilai – nilai luhur dalam pencak silat tidak hanya sekedar beladiri tapi membawa nilai – nilai bangsa, budaya, serta nilai pribadi dari suatu bangsa itu sendiri. Dimana berkaitan dengan kerjasama juga gotong royong, Jiwa Indonesia yang menciptakan Mahakarya Indonesia


Tau wayang???
Kesenian khas Indonesia yang begitu dikagumi wisatawan asing ketika berkunjung ke Indonesia khususnya Pulau Jawa. Wayang menjadi satu atraksi yang selalu ditunggu wisatawan asing. Tapi mengapa anak muda Indonesia sendiri tidak tertarik dengan kesenian khas tanah jawa ini.
Wayang tidak menarik, tidak menghibur, tidak menguntungkan, ketinggalan jaman, biaya yang dikeluarkan untuk menonton wayang teramat mahal, serta banyaknya alasan lainnya. 
Saya pun berkesempatan bersua dengan Nanang Hape, Dalang Wayang Urban Indonesia yang begitu mengagumkan. Dizaman yang semakin modern ini, masih ada saja orang yang peduli akan kesenian khas ini.

Coba deh tengok video Mahakarya Indonesia ini :)


“Silat dan wayang merupakan salah satu Mahakarya Indonesia”.
Silat mengusung nilai gotong royong serta kegigihan yang kuat. Wayang mengusung nilai kesabaran dan kerendahan hati dalam memainkannya. Tak mudah memang menjadi seorang dalang. Belum lagi belajar untuk menirukan suara ala dalang pun dirasa cukup sulit.

Pembuatan wayang pun memerlukan ketekunan dan kesabaran. Satu buah wayang membutuhkan waktu sepuluh hari untuk membuatnya. Itupun jika pengrajin yang ahli membuatnya. Lantas bagaimana dengan orang awam.

Sejarahwan, JJ Rizal pun menggungkapkan bahwa nilai – nilai luhur yang tertanam kuat dalam jiwa bangsa Indonesia menjadi pedoman untuk emmpertegas langkah bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang kuat.

Jadi, sebagai anak muda Indonesia. Sepatutnya menjaga peninggalan budaya bangsa. Silat dan wayang, dua kebudayaan Indonesia yang memang sepantasnya harus dilestarikan agar tetap dikenang oleh anak cucu. Tidak harus menunggu klaim dari negara lain, untuk “baru” berupaya melestarikannya. Semua bisa dimulai dari sekarang. Lewat sifat kebersamaan, kegigihan, rendah hati dan gotong royong Jiwa Indonesia.

Sumber Foto : 1, 2

Sumber Video : Barry Kusuma

Eh BTW, tulisan ini aku ikut in Live Writing Competition. Doain yah :)

2 komentar:

  1. aku doain Tari semoga menang. Silat harus diletarikan jangan sampai tergilas oleh bela diri lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah menang tanteee :)
      maacih ya udah doain. Iaaag sebagai anak Muda Indonesia, kebudayaan indonesia memang harus dijaga dan dilestarikan.

      Delete