Selamat Tahun Baru 2020 Pembaca Setia Blog ini.

Sejak 2017 lalu aku sudah mengurangi ajakan perayaan tahun baru. Tapi kalau boleh jujur, sebenarnya aku sudah ada rencana untuk terbang ke Bali bersama ayah, ibu dan adikku untuk melipir sejenak ke Pulau Dewata itu. Namun apalah daya, karena harga tiket pulang pergi kalau di total sudah bisa beli sepeda motor, akhirnya kami memutuskan untuk tidak berangkat.  

"Sayang duitnya. Nanti ajalah kita ke Bali. Liburan yang deket dulu aja" kata ibukku.
Bandung ! jadi pilihan kami sekeluarga berlibur. Liburan kali ini terasa sepi sekali. Kedua adikku sudah punya karir (yawloh dulu pada kecil petakilan semua) 😌.   

Anyway mau cerita tentang perjalanan panjang selama 2019 kemarin. Seperti dijudul yang aku tulis KILAS BALIK 2019.  Mulai dari pekerjaan, kehidupan, perjalanan, hingga percintaan (lagi lagi skip ajalah bagian ini).  

Kilas Balik 2019 ini sebagai pengingat perjalanan panjangku selama tahun 2019 kemarin yang bikin aku banyak belajar supaya naik kelas. Bisa dibilang perjalanan 2019 ini penuh liku dibanding Kilas Balik 2018. Thank's God aku bisa melaluinya dengan baik.

PEKERJAAN.

Honestly ini part yang agak panjang sih. Finally, Aku memutuskan untuk balik menjadi mbak-mbak kantoran yang full-time ngantor. Pokoknya 8 jam kerja sehari (seringnya lebih sih) dari Senin-Jumat.   

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk meng-iyakan ajakan full-time ini. Sebelum memutuskan untuk full-time, aku sudah mengajukan syarat untuk tetap bisa traveling dengan jadwal tiket perjalanan yang sudah aku beli tahun 2018 lalu. Iyaa beli tiketnya tahun 2018 dan jalannya 2019. Selebihnya cukup aku dan atasanku saja yang tau.   

Aku yang bukan morning person ini jadi belajar bangun lebih awal. Yah walau kenyataannya tetep aja sampe kantor paling cepet jam 9.30am atau selambat-lambatnya 10.15am. Pernah sekali aku dateng pagi banget, dan dibilang "tuumbeen" 😌. Aseeem.

Ya beginilah muka kalo lagi kerja. Asem banget. Mon Maap nih.
Tapi dari hasil perhitunganku akan pengeluaran transportasi. Biaya transportasiku akan jauh lebih murah jika berangkat diatas jam 9 pagi dan pulang diatas jam 8 malam. Lumayan hemat banget. Tapi kalau begitu kerjaku lebih dari 8 jam dong. Akhirnya kuputuskan untuk subscribe paket ojek online. Jadi berangkat jam 10 pagi dan pulang jam 6 sore.  

Semenjak full-time kerja kantoran, aku mulai melepaskan pekerjaan sampinganku seperti motret event, handle sosial media sebuah event hingga jadi Liaison Officer. Kadang kangen sih sama pekerjaan sampingan tersebut yang honornya bisa buat nambah biaya traveling.   

Btw like i said pada tulisan Kilas Balik beberapa tahun silam, kerja kantoran pasti banyak dramanya. Honestly aku bisa bilang "IYA BANGET". Cukup aku aja yang taulah. Nanti kalian ikutan terbawa suasana haru dan kesal sendiri.  

Di akhir tahun kemarin, aku harus kehilangan salah satu rekan kerja yang nggak baik-baik banget sih yang selama ini bareng-bareng terus. Rekan kerja yang tau saat betapa galaunya aku memutuskan untuk full time, rekan kerja yang lebih sering ngasih wejangan macem orangtua, rekan kerja yang tau spot favoritku di kantor kalau lagi sedih, kesel, marah. 

Ya aku tipe orang yang kalau lagi kesel, sedih ataupun marah pasti melipir sebentar ke tempat yang bisa bikin nyaman dan tenang. Kehilangan satu rekan kerja yang udah klop ternyata bikin sedih yah. Nggak pernahlah aku tuh mewek cuma karena ada rekan kerja yang resign. Baru kali ini doang. 

Di 2020 ini aku berdoa supaya aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk urusan pekerjaan. Trust me, walaupun aku anaknya tengil, aku nggak bakal lupa dengan tanggung jawabku kok 😌. Kadang aku rindu suasana ngantor jaman dulu. Sesibuk apapun, ndag ada misuh-misuhnya hahahaha.

KEHIDUPAN.

Tahun 2019 ini tahun yang naik turun deh penuh lika-liku but thank's god aku bisa melaluinya sampai akhir tahun. Semua berjalan tidak sesuai dengan rencana 😕. Banyak hal yang aku rindukan untuk kukerjakan. Doakan aku untuk bisa aktif dan produktif kembali mengerjakan hal-hal yang aku suka.  

Sepanjang tahun 2019 bisa kukatakan tahun yang penuh ujian khususnya kesehatan. Penyakit pada lambung, gejala tipes dan mimisan menjadi penyakit yang sering hadir sepanjang tahun. Hal yang bikin aku sedih saat mengidap gejala tipes dan seorang diri di kamar. Gejala tipes sudah 2 kali hinggap di tubuhku tahun kemarin. Mencoba menyimpannya rapat-rapat seorang diri, agar semua baik-baik saja 😬. But the end, aku bisa survive.  

Dan yes Oktober 2019 kemarin aku dan adikku pindah ke tower baru yang lebih nyaman. Mohon doanya supaya aku bisa menemukan tempat tinggal di Jakarta Selatan dengan harga murah dan napak tanah yah. Pokoknya aku tuh mau rumah yang lokasi di Jakarta Selatan. Anak JAKSEL garis keras!
Salah satu cara kami menghibur ibuk. Yoook foto dulu Yook buuuk. 
Akhir 2019 juga aku dan keluarga harus berbesar hati ketika tuhan memberi kami ujian. Ibuk harus menginap di rumah sakit saat malam pergantian tahun baru karena syaraf sebelah kanan tidak berfungsi. Sedih pasti. Bahkan adikku yang paling kecil nangis. Aku nangis nggak ? sekuat apapun aku menahan tangis, tangis itu pecah juga kok 😉. 

Alhamdulillah, aku, adik dan ayah tidak sampai meneteskan air mata di depan ibuk. Kami sepakat untuk memberi ibuk semangat. Ibuk sakit, setelah beberapa hari kepulangan kami dari Bandung. Mohon doanya untuk ibuk kami ya teman-teman. Semoga beliau bisa sehat seperti sedia kala. 

Ibuk dan ayah waktu diajak staycation di kapsul hotel. Pengalaman baru euy.
Anak sulung dan anak bungsu juga nggak mau kalah posenya.
PERJALANAN.

Perjalanan selama 2019 lebih banyak dibanding tahun 2018. Dengan destinasi yang baru pertama kali aku kunjungi. Seperti Guangzhou, Aceh, Medan, Phnompenh, Siemrap, Ho Chi Minh, hingga Manila. 

Udah kayak miss universe yang mau berangkat belom siiik ?
Traveling bareng Ayah ke Kuala Lumpur awal tahun 2019.
Aku dan Ayah nyusul ibuk yang udah di Penang.
Perjalanan sejak Januari sampai akhir tahun dimulai dari Palembang, Kuala Lumpur, Penang, Bandung, Kuala Lumpur (lagi), Padang, Bali, Kuala Lumpur (lagi), Guangzhou, Kuala Lumpur (lagi), Bali (lagi), Sumba, Kuala Lumpur (lagi), Aceh, Medan, Kuala Lumpur (lagi), Penang (lagi), Langkawi, Yogyakarta, Klaten, Kuala Lumpur (lagi), Bangkok, Chiangmai, Chiangrai, Palembang (lagi), Kuala Lumpur (lagi), Bali (lagi), Manila, Kuala Lumpur (lagi), Phnompenh, Siemrap, Ho Chi Minh, Kuala Lumpur (lagi) dan Bandung (lagi).
Hai Sumba. 
Langkawi. Finally!
Ho Chi Minh City panasnya jawara !
Dari banyaknya perjalanan ditahun 2019, Kuala Lumpur sering banget aku singgahi (ya karna tiket kesana murah banget coooy). Dan perjalanan favoritku yakni saat ke Sumba, Langkawi, Ho Chi Minh City dan Guangzhou.

PERCINTAAN.
Ekspresi kalo ditanya, jadi kapan ngasih undangan ?
Yaelaaah kayak yang nanya mau bayarin catering aje.
Sama seperti tahun - tahun sebelumnya, aku tuh nggak gampang cerita tentang percintaan ke orang - orang. Apalagi kalau belum Halal. Nantilah yah kalo sudah waktunya aku kabarin di sosmed HAHAHAHAHA.

***

Selamat Tahun Baru semuanya.
*salaman virtual 🙋.