Pembaca setia blog ini pasti udah nggak asing dengan postingan Kilas Balik yang rutin aku publish setiap tahunnya. Ya walau di tahun lalu aku lupa untuk bikin tulisan tentang Kilas Balik 2024 haha. Saking sok sibuknya haha. Padahal 2024 itu bisa dibilang tahun yang awalnya haha hihi menjadi huhu huhu.
Selamat tahun baru 2026 ya teman-teman. Terima kasih untuk kalian yang sudah berjuang dengan hebat di tahun 2025 lalu. Makasih juga buat yang masih setia baca blog ini. Walaupun sosial media visual macem instagram, tiktok dan youtube, masih jadi primadona dedek-dedek GenZ buat di simak.
Sini aku ceritain lika liku kehidupanku di tahun dua ribu dua lima yang kayak roller coaster aka up and down nya. Tahun 2025 juga ngajarin aku untuk lebih choose myself first daripada others. Sebagai anak sulung, mungkin udah nalurinya untuk ngebantu orang ya. Sampe kadang lupa sama diri sendiri yang berhak banget lho untuk bahagia tar. Eh bentar, baru ngetik ini kok mau mewek.
PEKERJAAN
Walau belum balik kantoran lagi, alhamdulilah banget ada aja project yang bisa aku kerjain. Mungkin nggak sebanyak tahun sebelumnya. Tapi aku amat bersyukur karna masih diberi kepercayaan untuk ngebantu di beberapa projek. Dan yang bikin seneng adalah, klien suka dan cinta sama aku *eeeh. Tapi ini serius sih.
Ternyata bener kata pepatah yah "Kalau kamu punya skill, kamu nggak akan kelaparan". Pokoknya terima kasih sama klien, dan orang-orang yang masih percaya untuk ngajak aku kerja bareng.
Anyway beberapa temen nanyain "kangen ga Tar kerja kantoran?" hmm jujur aku kangenlah. Kangen kerja bareng tim tatap muka, kangen dapet bonus THR hingga bonus tahunan. Kangen juga sama drama-drama di dunia kerja (if you know you know lol).
KEHIDUPAN
Wah pembahasan kehidupan nih cukup panjang sih. Aku dapet ujian bertubi-tubi tahun lalu, yang cukup bikin aku capek banget dan nangis beberapa kali. Bedanya, sekarang aku udah bisa terbuka buat nangis. Kalo dulu mah boro-boro. Pokoknya orang-orang ngga boleh tau kalau aku nangis.
Aku mau berterima kasih untuk siapapun kalian yang kadang suka nanyain kabar, se-simple "are u okay?", "everythings good?". Means a lot for me.
Tahun dua ribu dua lima juga aku kehilangan salah satu teman yang sudah seperti adik bagiku. Dysa Reliana namanya. Perempuan cantik yang awalnya hanya rekan kerja biasa menjadi adik yang aku sayang.
Pertemuan aku dan Dysa di kantor kala itu hanya sebatas percakapan singkat. Sampai akhirnya kita satu projek bareng, dan aku jadi team leader dengan Dysa menjadi salah satu anggota timku. Pokoknya kalau ada yang nanya, "Siapa rekan kerja yang bisa ngikutin ritme aku?" aku akan lantang jawab "Dysa".
Dysa bukan sekedar rekan kerja, tapi ia seperti adik bagiku. Tiap kali aku ada projek dari klien, Dysa selalu jadi orang pertama yang aku kontak untuk ngerjain bareng. Kocaknya lagi, aku dan Dysa sama-sama punya darah minang, jadilah kita klop. Pun keluarga Dysa amat sangat baik denganku.
Tiap Idul Adha, mamahnya Dysa aka Tante Lina, pasti nyempetin waktu buat masak dan ngirim makanan buatannya ke apartemenku. Dysa juga bela-belain bantu aku packing, jaman aku pindahan apartemen.
Sampe akhirnya, Dysa sakit. Kita semua kena layoff dan aku mendapat kabar kalau kondisi Dysa makin drop. Dan sebuah pesan singkat di grup, dari adik Dysa pada pukul 3 dini hari yang menginfokan Dysa tiada.
Aku nangis sejadi-jadinya. Aku berjanji akan mengunjunginya tapi ngga pernah jadi karna pekerjaan yang sangat padat. Beberapa kali aku mau berkunjung ke rumah sakit tempat Dysa dirawat, namun tidak ada kesempatan.
Dear Dysa, terima kasih sudah menjadi rekan kerja, teman dan adik di perantauan buatku. Maaf karna belum bisa menepati janji untuk berkunjung kala itu. Satu hal yang pasti, Dysa tetap ada di hati aku, keluarga Dysa juga akan selalu aku ingat dan aku akan berusaha untuk tetap main ke rumah Dysa. Boleh ya Dys 😙. Aku percaya Dysa udah di surga sekarang, udah ngga sakit lagi. Tolong liatin kakak ya Dys.
"I'm not a good person, but i don't want to be bad people. Thank you for coming to my life, thank you for teaching me about friendship. I'm so lucky to have you in my life".
Buku antologi aku dan enam penulis lain akhirnya naik cetak juga dan udah dipasarin. Karena ini penerbit indie jadilah sistemnya PO dulu baru kemudian dicetak dalam jumlah banyak.
Aku masih inget nulis buku itu jaman masih recovery pasca sakit di tahun 2024. Ngga nyangka sih bisa akhirnya nulis, dan punya karya buku ini. Trus yang bikin seneng adalah respon temen yang udah beli dan baca bukunya. Mereka suka ceritaku. Aaaaah makasih!.
Desember 2025 juga aku pulang ke Palembang dan menemani ibu rawat inap untuk "Hip Replacement Surgery". Pasca operasi, ibu cukup lama tinggal di rumah sakit. Aku dan ayah standby, gantian tidur buat ngejaga ibu. Beberapa kali aku nahan nangis karena ngeliat kondisi ibu. Walau di depan ibu aku haha hihi, tapi tiap aku izin ke ibu buat beli kopi, air mata yang ditahan ini jatuh juga. Nasib baik kala itu musim hujan, jadi ngga ketara kalau aku nangis haha.
PERJALANAN
Jepang jadi negara pertama yang aku datangi di dua ribu dua lima. Ngga ada kepikirian mau ke Jepang kala itu, cuma karna ada promo tiket pp Japan Airlines yang cuma lima jutaan, yaudahlah aku beli. Dan gongnya lagi, kesana pas bulan puasa. Padahal mau nyobain minum di Jepang kan ya, tapi karena bulan puasa, yawes aku urungkan *eh.
Kuala Lumpur jadi negara yang aku datangi beberapa kali di tahun ini, sekedar buat kulineran dan ketemu teman-teman. Well Kuala Lumpur ini udah kayak rumah kedua buatku.
Hongkong jadi negara yang aku pilih buat birthday trip, lumayan boncos solo traveling kesini haha. Tapi cukup seru karena jumpa temen baru. Will definitely back to Hongkong again, tapi ngga mau sendirian ah. Mahal soalnya hahaha.
Lanjut lagi perjalanan ke Bali yang cuma empat hari untuk konferensi, ngga ada waktu buat eksplor karena perginya dalam rangka kerja. Kemudian Bandung dan Palembang yang beberapa kali aku datangi, serta Singapura sebagai negara transit setelah Hongkong.
Perjalanan tahun dua ribu dua lima mungkin ngga sebanyak tahun sebelumnya. Aku unlock dua negara baru, Jepang dan Hongkong.
Semoga tahun dua ribu dua enam makin banyak negara baru yang aku kunjungi. Yok aminin bareng-bareng. Amiin!.
PERCINTAAN
Ini tahun tergalau aku. Kalian yang kenal aku pasti ngga percaya kok bisa-bisanya aku galau sampe akhir tahun haha. Beberapa teman yang aku ceritakan tentang kisah cinta selalu bilang "udaaaah udaaah cukuuup". Aku kala itu masih denial dan selalu bilang "maybe he was busy". Sampe akhirnya aku mantap bilang ke diriku sendiri, "Astari, pokoknya selesai ngga selesai. Akhir Desember 2025 lupain semuanya ya".
Aku lakukan itu, walau berat rasanya woy. Berat wkwk. Tiba-tiba malem nangis. Kangen moment bareng orangnya lebih gede presentasenya dibanding kangen orangnya haha.
Tapi sekarang udah ganti tahun ni. Resolusi percintaanku tahun ini "Banyak gebetan" *eeeeeh haha. Tapi aku percaya sih tuhan tuh lagi ngatur lelaki terbaik untukku, karena aku pernah curhat ke tuhan untuk dikirimkan lelaki terbaik dari yang paling baik. Ditemukan di waktu dan tempat yang tepat. Amiin.
Mmmmm nganu, pas nulis ini tuh yah pas banget aku baru aja ngedate sama foreigner yang lagi liburan di Jakarta.
No comments
Post a Comment