ENAK (NGGAKNYA) JADI TRAVEL BLOGGER

December 04, 2017


Tujuh bulan lalu akhirnya saya memberanikan diri untuk keluar dari pekerjaan sebagai mbak - mbak kantoran disebuah kantor startup milik negeri tetangga. Meninggalkan zona nyaman dengan gaji bulanan. Meninggalkan pekerjaan yang bikin saya percaya diri ketemu orang - orang penting. Dan tentunya meninggalkan kantor yang sudah seperti rumah sendiri.

Siapa yang bisa menolak fasilitas wifi yang super kencang, kursi yang super empuk dan ruangan yang sangat nyaman. Karena itulah saya sering nongkrong di kantor setiap weekend. Demi menikmati semua fasilitas itu sembari menulis konten artikel untuk blog tentunya.

Setelah keluar dari kantor, saya bisa fokus ngeblog dan menjadi seorang full time travel blogger.
Sekarang saya lebih mudah mengatur waktu untuk jalan – jalan. Nggak ada lagi yang namanya potong gaji kalau nggak masuk kantor. Nggak ada lagi nyinyiran dari orang kantor saat saya bepergian.

Gara – gara menulis artikel “Kehidupan yang Lebih Seru Setelah Resign” saya mendapati banyak pertanyaan di kolom komentar blog dan inbox sosial media saya pun dibanjiri pertanyaan tentang

“kok berani sih resign?”
“Travel Blogger itu apa ? Gajinya berapa?”
“Enak nggak sih jadi travel blogger ? berarti kalau jalan – jalan dibayarin?”
“Enak ya jalan – jalan terus abis resign. Duitnya nggak berseri ya! Ada lowongan nggak”
dan pertanyaaaan lainnya yang sangat panjang kalau harus saya jabarkan disini.

Sini – sini mumpung saya lagi punya waktu luang. Saya jabarin yah semuanya. Walaupun (mungkin) saya belum sekondang mbak Trinity dan mas Agustinus yang bukunya selalu ditunggu – tunggu pembaca, saya juga belum sehits koh Lexy, pemilik akun amrazing yang kicauannya selalu direspon sama followersnya.

Tapi bolehlah saya berbagi cerita tentang ENAK (ENGGAKNYA) JADI TRAVEL BLOGGER. Ya siapa tau suatu saat nanti saya bisa sekondang mereka. Tolong bilang AMIN 3x ya!!!
Terima kasih sebelumnya. 

Saya mulai dari yang ENAK – ENAK dulu ya.

[1] JALAN – JALAN DAN PENGINAPAN DIBAYARIN 
Disaat orang – orang menyambut hari Senin dengan malas. Kami para travel bloggers menyambutnya dengan gembira karena biasanya kami melakukan perjalanan saat weekdays. 
Yah kalau misalkan kalian weekdays berada dibalik meja kantor, kami berada dibalik kamera untuk memotret keindahan lewat lensa dan kata. Kami juga difasilitasi penginapan yang super nyaman saat bepergian baik didalam negeri ataupun diluar negeri.
Tentunya perjalanan kami ini alhamdulillah dibiayai oleh berbagai pihak. Mulai dari Kementrian, Institusi, Perusahaan, Tour and Travel, dan masih banyak lagi.

Baca : Kok Bisa Diundang ke Social Influencers Fest 2017 ?


Tebak saya yang mana ?
Lumayan (banget) kan ?
[2] DITRAKTIR MAKAN ENAK
Pekerjaan sebagai travel blogger tak melulu hanya jalan – jalan. Pernah dengar istilah “Makan untuk Hidup” atau “Hidup untuk Makan”. Nah travel blogger juga pasti butuh asupan makanan ketika sedang travelling. Biasanya nih ya, kami para travel blogger sering banget ditraktir makan enak kalau sedang ngetrip bersama ‘sponsor’ kami. Mulai dari makanan yang enak dipinggir jalan hingga makanan enak di hotel bintang lima.



[3] DIKASIH (DIPINJAMI) BARANG – BARANG PENUNJANG TRAVELLING
Nggak jarang lho kami dikasih barang – barang untuk menunjang kegiatan travelling kami. Mulai dari handphone, laptop, kamera, drone, koper, ransel, baju, celana, topi. Hingga dipinjami kendaraan saat akan melakukan perjalanan. Bahagia ? banget lah! Cuma belum dikasih jodoh aja. Oh ya waktu saya jadi mbak – mbak kantoran, paling banter juga dipinjami laptop kantor dan atk saja. Enak mana hayo ?

[4] JADI ORANG PERTAMA BUAT NYOBAIN PRODUK BARU
Sekarang travel blogger nyaris selalu ada disetiap launching produk baru. Mulai dari produk elektronik hingga produk kesehatan. Kalian mungkin bertanya dalam hati, kok bisa ya ? travel blogger kan bukan artis. Ehm pernah dengar istilah influencer ? nah travel blogger juga termasuk salah satunya. Orang yang berpengaruh dan dinilai punya power.

[5] PUNYA PEMBACA YANG LOYAL
Saya percaya setiap konten apapun yang sudah masuk ke internet, pasti akan dibaca oleh siapapun. Hal ini juga berlaku saat menjadi seorang travel blogger. Bahkan pembaca lebih posesif dibanding pacar sendiri. Kak ditunggu artikel barunya!”. “Kak, nginapnya dimana ? mampir dong kak ke kotaku!” atau gini “Kakak sakit ? pantes saja dari kemarin jarang liat postingan kakak. Cepet sembuh ya kak!”. Ya kira – kira seperti itulah. Tanpa pembaca yang seperti kalian, apalah artinya kami ini :’) .

[6] TERAMPIL DALAM HAL PACKING
Mobilitas travel yang sangat tinggi, menjadikan seorang travel blogger harus pandai dalam memilih barang bawaan dan terampil saat mengemas barang bawaan dalam ransel ataupun koper. Terkadang kami mengalami situasi packing unpacking setiap tiga hari sekali dengan rute perjalanan yang beda kota ataupun Negara. 



[7] PUNYA BANYAK TEMAN DARI BERBAGAI NEGARA
Berhubung sering travelling, kami punya kenalan di berbagai kota atau negara. Tentunya kalau kami berkunjung kesana, ada teman untuk kongkow buat sekedar minum kopi.
Sebenarnya tanpa menjadi seorang travel blogger pun setiap orang bisa punya teman dari berbagai negara. Apalagi lewat sosial media kalian bisa dengan mudah berkenalan dengan orang di berbagai belahan dunia.




"Gimana ? enak enggak pekerjaan kami ?" serius nanya.
Puas ngomongin yang ENAK – ENAK, lanjut ngomongin yang ENGGAK ENAKNYA yuk. Biar kalian semua taulah tentang pekerjaan kami ini. Ya kami menyebutnya pekerjaan. Karena bisa menghasilkan pundi – pundi materi yang bikin happy!.

[1] SELALU DIANGGAP PUNYA SESUATU DARI HASIL GRATISAN
Nggak jarang banyak yang mengira kalau perjalanan yang kami lakukan semuanya dibayarin. Padahal kami juga punya budget sendiri untuk liburan. Begitu juga dengan barang yang kami punya. Selalu dikira endors-an. Padahal itu barang dibeli pakai uang hasil keringat sendiri. Kadang sedih. Tapi ya dibawa happy aja toh.

[2] SERING DISANGKA PAMER DAN ORANG KAYA
Karena seringnya kami membagikan konten travelling hingga produk terbaru di sosial media khususnya Instagram, banyak yang mengira kalau kami ini tukang pamer dan orang kaya. Sering terbang kesana kemari. Sering gonta ganti gadget. Padahal itu semua bagian dari pekerjaan kami. Liburan kami adalah pekerjaan kami. Nggak boleh iri hati. 

Kalian semua pada nggak tahu kan kalau aku keturunan kerajaaan ? aku nggak suka pamer sih orangnya. Tapi kalo pamer di instagram sering lho!


[3] MENDAPATI KOMEN PEMBACA YANG BIKIN NGELUS DADA
Udah panjang lebar nulis tentang rute ke Kahyangan (misalnya) tapi tetep aja ada komen yang nyempil “Kak, share dong cara menuju ke Kahyangan”. Mau ngelus dada rasanya hikz.
Saya pribadi membebaskan pembaca saya untuk menuliskan komen tanpa harus dimoderasi terlebih dahulu. Toh pembaca blog saya alhamdulillah santun - santun dan tahu etika dalam bersosial media. 


[4] DIANGGAP TOUR AND TRAVEL
“Gua mau liburan ke Bali nih. Bisa pesenin tiket sama penginapan gua disana nggak ? sama rekomendasiiin tempat romantis buat dinner. Bikinin itinerary juga jangan lupa ya!”
Wahai teman – teman sekalian, stop melakukan hal tersebut kepada kami. Kami bukan tour and travel. Kami akan dengan senang hati membantu anda kalo anda menghargai kami sebagai travel consultant anda. Dan tentunya ada harga yang harus dibayar *ehm.
Percayalah setiap pekerjaan itu ada ENAK ENGGAKNYA. 
Terus travel blogger kalau lagi nggak keliling, ngapain aja ?
Kalau saya pribadi sih lebih milih leyeh – leyeh dirumah, quality time sama keluarga, nonton dvd, dan rekreasi ke theme park atau mentok - mentok ke Monas. 

Jadi untuk kalian yang selalu berpikiran “ENAK BANGET JADI TRAVEL BLOGGER”, kalian juga seenggaknya tahu apa yang kami rasakan. Tulisan ini mewakili suara hati kami para travel blogger termasuk saya. Kalau ada tambahan lainnya bakal saya tambahkan sepulang ngetrip.

Untuk kalian yang mau atau berencana menjadi seorang BLOGGER ataupun TRAVEL BLOGGER, monggo loh! Karena siapapun bisa jadi kayak kami. Salam sayang dari saya untuk kalian yang sedang membaca artikel ini.

You Might Also Like

58 komentar

  1. Tep yang lucu iotu banyak email masuk minta rekomendasi main beserta bajetnya. Sekali udah dibuatkan mereka menghilang tanpa jejak dan ucapan terima kasih sekalipun hahahahahhah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang sebagian orang mengira kalau travel blogger tau segalanya dan bisa diandalkan untuk bikin itinerary geratisan hahahaha.
      Selagi bisa bantu sih, biasanya aku bantu. Atau paling enggak kutanya dulu "udah googling belom?" hahaha.

      Delete
  2. Percayalah setiap pekerjaan itu ada ENAK ENGGAKNYA 👍👍
    Setujuhhh 😉 terus fokus di jalurnya & jadi diri sendiri yg terbaik. Smg artikel selanjutnya bisa di benua Eropa & lainnya, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih cece Ismi.
      Amiiin amiiin. Ditunggu juga loh ceritamu tentang trip kemaren wkwkwk.

      Delete
  3. Hah? serius ada yang nanya caranya ke khayangan? muahahaha MUAHAHAHAHA. Jawab aja, "coba kamu tanya Mimi Peri" hwhwhw.

    Sepakat sama semua poinnya. Aku kenyang disangkain banyak duit (sehingga sering jadi sasaran tempat pinjem duit errr) karena (keliatannya) sering jalan-jalan. Padahal kan gak juga ya.

    Pun sekarang kalau update lagi jalan-jalan, pasti ditanyain, "endorse lagi bang?" lalalala. Padahal sih, iya! hwhwhw. Tapi, teteplaaah jalan pake duit sendiri. Dan gak ada kenikmatan traveling saat traveling pake duit sendiri. Gak pening berhadapan dengan PR juga pas pulang hwhwhw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kenyang banget yaaaah mendengar pernyataaan orang - orang hahaha.
      Eh bukannya dirimu juragan tiket yah om ? yah wajar dongg jalan - jalan terus. Ber-uang ini *syombong.

      "ini handphonennya endorse yaaaah ?"
      Padahal yaaaaah nabung sekian lama untuk beli handphone idaman yayayaya.

      Delete
  4. tiap profesi pasti ada enek dan nggaknya ya..., yang lain nggak boleh ngiri karena ngeliatnya pas lagi jalan2nya doang...
    padahal abis pulang jalan2 masih harus buat blogpost dan edit2 foto ya, dikejar deadline pula he.. he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah naaah andai mereka tahu .....
      Selain ngerjain konten travelling, cucian yang menumpuk juga perlu dipirin kan yah mbak hehehe.

      Delete
  5. Amin
    Amin
    Amin
    semoga ASTARI Cepat Dapat Jodoh ya allah :D

    ReplyDelete
  6. Untung ga ada yang komen nyebelin minta diajak kalau lagi traveling xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha yah kalau yang begitu biasanya DM di Instagram dan Komen di Facebook sist hahaha.

      Delete
  7. Hahaha kasihan mbak suka dikira tour and travel agency, nyebelin amat itu orang. Mau banget jadi travel blogger, tapi terus nanti anakku gimana ya? Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anaknya diajak jalan - jalan juga mbak hihihihi.

      Delete
  8. Kunjungan balikk mba tarii! keren bngt blognyaaa!! iyaa, jangankan mba.. aku aja yg notabene nya mungkin belom kyk mba tari juga sama tuhh, suka di anggap jadi tour and travel.. haha.. tapi tetap semangatt sharing yaa walaupun begituu. haha..

    ReplyDelete
  9. Aku setuju banget sama poin 2 gak enak jadi travel blogger. Kalau mudik, kayaknya udah ada di jidat tertulis "orang tajir, jalan-jalan mulu". Jadilah kalau mudik, jadi sasaran empuk buat dimintain angpao dan traktir jalan-jalan keluarga. Padahal...padahal... *cek dompet*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sih alhamdulillah Tajir sist! jadi bisa bagi - bagi rejeki kalau hari raya *travel blogger juga banyak duit wkwkwkw.

      Delete
  10. paling sering dikira travel agen atau agen tiket.. wkwkwkwk..

    *brb cari tiket error gratisan*

    ReplyDelete
  11. Wihiii serem banget itu packing-nya segunung! Tante masih lebih banyak bayar sendiri jalan-jalannya. Ajarin Tanteee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kan pernah dibayarin ke Bali beberapa tahun lalu tante! jadi kapan mau jalan - jalan bareng Raisa lagi wahahahaha.

      Delete
  12. Aku yo malah ngekek baca bagian yang gak enaknya tar wkekeke ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka mereka nggak tau kalo aku keturunan kerajaaaan ran. Mau beli apa aja bisa, wong tajir gini bahahaha. Mungkin aku terlalu down to earth yag.

      Delete
  13. Semoga bisa konsisten terus yaaa Tari! Semangat :)

    ReplyDelete
  14. Dan karena dikira tajir ada yang pinjem duit deh ama kita. Hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Banget !!!! hahahaha.
      Abis dipinjemin terus ngilang tanpa kabar fiuh~

      Delete
  15. Hahahaha, aku yg bukan fulltime traveler aja jg srg dpt pertanyaan aneh begitu :p. Biasanya aku jwb tergantung mood. Kalo lg ga enak, bakal aku cuekin ato jutekin :p. Dan paling sebel kalo dpt komen yg nanya sesuatu, tp udh aku tulis jawabannya di blog. Palingan siap2 aja aku tendang ke spam, aku sindir ga baca ato ga akan aku BW blog begitu :D. Msh banyak yg budaya membacanya msh kurang ya mba

    Pgn sih bisa jd full time traveling blogger. Tp aku sendiri blm bisa ninggalin kerjaan skr. Selain krn gaji yg lumayan, bonus segala macem, dan benefit lain utk staff termasuk asuransi medicalnya, jd aku putusin ttp kantoran sambil traveling saja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku sih, paling aku tandain pembaca yang nanya pertanyaan yang udah ada jawabannya di artikel wahahaha.

      Waah lucky you! kalau lingkungan kantor positif dan mendukung kegiatanmu, lanjutkan mbak. Kalau udah negatif mah tinggalkan hahaha. Duh jadi rindu gajian tiap bulan.

      Delete
  16. Selamat, udah berani memutuskan pindah ke zona yang baru. Ngga semua orang berani meninggalkan zona nyaman, lhoo. Sukses selalu!

    ReplyDelete
  17. Keren ih, sampe berani resign dan ngambil resiko jadi full time influencer. Salam kenal kak.. :)

    ReplyDelete
  18. kereeen mbak! Being a Blogger is one of d best job in d world! apalagi travel blogger yang selalu jalan-jalan bikin happy! priceless!

    ReplyDelete
  19. Di banyak point kamu mewakili aku banget. Lebih banyak enaknya sebenarnya. Tapi kalau dibawa urusan dapet enaknya apa aja, pekerjaan apapun enak asal sebanding antara yang didapat dengan kerjaannya. Travel blogging is fun
    Tosss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yees that's a point tante. Karena sesungguhnya smeua pekerjaan itu enak. Tergantung siapa yang menjalaninya. Dan so far aku tetap enjoy sebagai travel blogger.

      Delete
  20. yang ga enaknya lagi kalo jalan-jalan gratis, dinyinyirin, eh masih minta oleh-oleh. #Eh
    Travel blogger gada yang backpacker apa mbak? baru kecemplung nih :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh aku ngakak baca komenmu kak hahahah "udah dinyinyirin, terus minta oleh - oleh", hahahaha.

      Btw, banyak kok travel blogger yang jalan - jalan ala backpacker :) akupun masih lumayan sering backpackeran.

      Delete
  21. Suka banget sama kalimat "liburan kami adalah pekerjaan kami"

    Saya jg sering banget ngalamin hal tidak enak yg nomor 4. Udah gk dibayar, kadang minta detailnya rinci dan cepet. Ahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaa i feel you kak!!!!!
      Yatapii semoga apa yang kita tulis dan kita bagikan di Blog, bisa bermanfaat yaaah untuk khalayak ramai.

      Delete
  22. nah, paling kusuka adl bisa ngetrip saat weekdays, dan itu bs "pamer" bgt ke org2 yg liat di medsos,.hahaha. Dan akhirnya menjawab : ya kerjaannya emang gini, jalan2 :)

    Sama nih, aku jg resign dr kantor akhir 2015 dan terjun di blogger life, suka duka pasti lah ya, just enjoy ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaah keren mbak! aku baru tahun kemarin resign hahaha.
      Yes suka duka pasti adalah tentunya. Karena setiap keputusan yang kita ambil juga ada resikonya kan.

      Delete
  23. Ihiiiy semoga nanti ikutan juga jadi blogger kondang yang punya pembaca loyal...#baru nyemplung di dunia blogger pro

    ReplyDelete
  24. Waduh senangnya... Kapan saya bisa ikut ya.. Mbak Astari??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kapan - kapan eksplor destinasi di Indonesia bareng pak :)

      Delete
    2. Sip.. Mbak Astari.. Kemarin sempat ke Unpatti Ambon ya?? Thanks

      Delete
    3. Iya pak. Kemarin saya sempat main ke Universitas Pattimura Ambon, walau cuma sebentar :)

      Delete
  25. pekerjaan yang women-able banget nih. apalagi kalo udah fokus ngurus anak ehehe

    ReplyDelete
  26. Yang "Enggak"nya lucu amat. :)))))
    Tapi ya emang bener sih, paling sebel kalo dianggap punya sesuatu tapi hasil endorsan. Padahal mah iya. :)))
    Kalo dianggap tour dan travel itu masih agar wajar, karena kita posting tentang traveling makanya banyak orang nanya seputar traveling kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling empet itu kalau udah nulis panjang lebar detail tentang suatu tempat wisata.
      Eh masih aja ada yang nanya. Sedih aku tuh kak. Sebenernya tulisanku dibaca beneran atau boongan hahaha *lah jadi curhat gitu.

      Yuk Ketemu!! mau tanya tanya tentang India nih.

      Delete
  27. ngelus dada banget. aku pernah dikomen tidak enak.

    dikira howrang kayah, trus ketika pinjem duit ke saudara atau teman, mreka bilang ... enak aja kamu duit buat jalan jalan terus, makanya nabung. padahal waktu itu buth uang ada musibah yang mebghabiskan uang puluhan juga. well, kok jadi curhat.

    eniwei buswei... love become travel blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar kak. Kadang orang hanya lihat enaknya aja hahaha.
      Btw im sorry to hear that yah, ketika kamu di posisi butuh duit terus diceramahin begitu.

      Padahal kita travelling juga ada masanya bayar pake uang sendiri. Well uang bisa balik lagi, tapi waktu tak bisa kembali lagi ye kan :). Salam kenal yah.

      Delete