• Home
  • Travel
  • Tips
  • Visa
  • Beauty
  • Portfolio

astarianadya

Cara Bikin Visa Waiver Lewat Konsulat Jenderal Jepang di Bali

Wednesday, May 24, 2023

 

Saking antusiasnya warga Indonesia buat berlibur ke Jepang, antrian pembuatan visa di ibukota pun membludak. 
Sebagai informasi, sekarang pengurusan visa Jepang di Jakarta melalui VFS Global yang merupakan mitra resmi dari Konsulat Jepang di Indonesia. 

Jadi perlu dicatat kalau pengurusan visa waiver tidak bisa lagi dilakukan lewat Kedutaan Besar Jepang di Jakarta ya guys. 
Namun untuk kamu yang tinggal di Surabaya dan Bali, bisa mengajukan visa waiver lewat Konsulat Jenderal Jepang yang ada di Surabaya dan Bali.

Visa Waiver ini hanya bisa di apply oleh kalian yang punya paspor elektronik ya. Kalau paspor kalian masih paspor biasa, maka tidak bisa untuk apply visa waiver.

Nah, karena ramainya antrian pembuatan visa waiver di VFS Jakarta. Aku putuskan untuk terbang ke Bali dan apply visa waiver melalui Konsulat Jenderal Jepang yang ada di Bali.

Pembuatan visa waiver di Konsulat Jenderal Jepang di Bali terbilang cepat prosesnya, asalkan dokumen lengkap.

Dokumen yang diperlukan untuk apply visa waiver di Konsulat Jenderal Jepang di Bali.
1. E-Paspor yang masih berlaku
2. Formulir permohonan visa
3. KTP asli

Yes hanya tiga syarat di atas saja yang dibutuhkan untuk apply visa waiver di Konsulat Jenderal Jepang di Bali. 
Kamu bisa langsung datang ke Konsulat Jenderal Jepang di Bali dengan membawa dokumen lengkap, nanti setibanya di loaksi, kamu akan diarahkan untuk meletakkan semua barang bawaan di locker, dan hanya dieprbolehkan masuk ke ruangan kedutaan dengan membawa dokumen saja. Untuk semua ponsel dan jam tangan digital harus diletakkan di loker ya.

Setelah itu, kamu bisa mengisi formulir data diri yang annti akan diberikan oleh pihak Konsulat Jenderal, sembari menyerahkan paspor kamu beserta formulir permohonan visa dan KTP. 
Selanjutnya mereka akan kasih nomor antrian.

Tempo hari aku antri sekitar 30 - 45 menit, sebelum akhirnya nomorku dipanggil dan semua berkas aku serahkan. Lalu menunggu kembali sekitar 30 menit untuk mengambil receipt visa yang lengkap dengan barcodenya.


Proses pembuatan visa waiver ini hanya dua hari kerja. 
Jadi setelah menerima receipt visa, maka kita bisa pulang dan kembali di tanggal yang sudah di tentukan untuk pengambilan visa.
Super simple dan cepat bukan. Dan semua karyawan di Konsulat Jenderal Jepang di Bali, ramah - ramah banget. Terima kasih banyak untuk semuanya.

Oiya biaya pembuatan visa waiver ini tidak dipungut biaya sama sekali ya, alias gratis.

Perlu di ingat ya untuk Jadwal kerja bagian Visa di  Konsulat Jenderal Jepang di Bali.
Hari Senin - Jumat (kecuali hari libur nasional dan hari libur Konsulat).
Pengajuan permohonan Visa : 08.30 - 11.00 am
Pengambilan Visa : 13:30 - 15:00 pm

Alamat Konsulat Jenderal Jepang di Bali :
Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar Selatan, Bali 80239

Buat kalian yang mau bikin visa Jepang di Konsulat Jenderal Jepang di Bali, silakan datang lebih pagi ya supaya prosesnya lebih cepat. 
Karena Konsulat Jenderal Jepang di Bali ini cukup ramai dengan permohonan visa dari warga negara Jepang dan warga negara Eropa lainnya yang kebetulan sedang ada di Bali.

Read more » →

Kilas Balik 2022

Monday, May 22, 2023

Udah pertengahan bulan Mei dan baru punya waktu buat cerita sama kalian tentang apa aja yang terjadi di tahun 2022 silam. Aku bisa bilang kalau tahun lalu jadi salah satu tahun terbaik buatku. Bohong kalau aku bilang ngga ada air mata di tahun macan. Yes tahun 2022 ada banyak cerita suka duka.

Postingan ini aku tulis sepenuh hati sebagai apresiasi untuk aku yang sudah berjuang dengan sangat keras di tahun 2022. Semua tangis, kerja keras dan tawa, dibayar dengan hasil yang bikin aku banyak bersyukur dan bahagia tentunya

Kilas Balik 2022

PEKERJAAN
Kalian yang kenal aku dengan baik, pasti jarang banget liat aku berbagi cerita tentang pekerjaanku. Yes aku keep private . Sama halnya dengan urusan asmara. Tapi nanti bolehlah aku luangkan waktu untuk menuliskan cerita tentang pekerjaanku di tulisan selanjutnya.

Alhamdulilah tahun lalu aku mendapat kepercayaan untuk memimpin tim yang anggotanya kece semua. Tim yang bisa diandalkan dalam setiap pekerjaan. Tim yang selalu siap ngebantu "kakaknya" ini tiap lagi terbang. Terima kasih atas kebersamaannya ! 

Coba tebak, kira-kira kolaborasi sama brand apa hayo.

Lalu keputusan untuk pulang sementara ke Palembang juga membuka beberapa pintu rezeki lainnya. Bisa kolaborasi sama brand tranposrtasi online favoritku dan juga bisa ikut berpartisipasi mempromosikan potensi wisata di Sumatera Selatan.

Selain itu di akhir tahun lalu juga aku berkesempatan buat jadi tour leader yang ngebawa tamu dari salah satu perusahaan IT ke Malaysia. Terima kasih banyak untuk orang - orang baik yang sudah merekomendasikan aku untuk bekerja sama.

ADA TEAM 

KEHIDUPAN

Tahun lalu aku memutuskan pindah sementara ke kota kelahiranku, Palembang. Semua barang - barang di apartemen juga aku kirimkan ke Palembang. Big thanks buat teman- teman yang udah dateng ke apartemen, terus bantuin packing dan makasih juga buat kalian yang mau dititipin dulu beberapa barang - barangku. 

Kelar packing, aku baru menyadari betapa banyaknya barang - barang di apartemen haha. Yaaa gimana ya udah lebih dari lima tahun juga stay di apartemen. Hmmm kalau dihitung - hitung, mending uangnya beli rumah ya haha (kata kaum mendang mending). 

Tapi aku dan adikku punya alasan lain yang membuat kami betah tinggal di apartemen. Walaupun pada akhirnya semua adik - adikku memilih berkarir di luar Jakarta dan endingnya aku sendirian di apartemen. Emang asem nih mereka haha.

Well, walaupun pada akhirnya aku pulang sementara ke Palembang, si anak extrovert ini tuh ngga betah banget kalau cuma diem di rumah. Jadi waktuku banyak kuhabiskan untuk beberes rumah (yang banyak banget barang - barang di rumah tuh). 

Satu hal yang aku syukuri adalah, aku bisa ketemu ayah dan ibuku setiap harinya. Dan juga bisa bermanja dengan mereka. Bangun pagi udah ada sarapan, siang hari udah ada menu makan siang, dan malam hari juga udah lengkap menu makan malam. 

Jadi kalau kalian bilang kenapa aku makin melebar, taulah ya alasannya karena apa. Ngga perlu lagi deh bilang "kok gendutan tar". "Gendut aja aku kece, apalagi kalau badanku kek model victoria secret" haha.

Berhubung lagi di Palembang juga, aku urus semua Paspor keluargaku untuk penggantian paspor baru, sekalian cetak KTP baru. Jujur saja, aku lebih suka urus semua urusan administrasi di Jakarta Selatan, karena lebih cepet sat set sat set. Semoga nanti Palembang juga bisa lebih baik lagi dalam pelayanan administrasi pemerintahan. Amin!.

PERJALANAN

Dua ribu dua dua adalah tahun favoritku. Tahun yang penuh perjalanan. Aku kembali seperti Tari yang dulu. Tari yang bebas jalan kesana kemari, Tari yang bisa kerja dari mana saja. Dan Tari yang suka eksplor tempat - tempat baru.

Berbekal beli Unlimited Super Pass AirAsia, jadinya aku bisa jalan sepanjang tahun dengan biaya yang super duper murah. Makasih banyak maskapai favoritku since 2007 silam.

Let's recap perjalananku selama dua ribu dua dua silam. Dari Januari - Desember, dari perjalanan dengan kapal, travel, bus dan pesawat. Bismillah 2023 nanti bisa lebih jauh lagi perjalanannya. Ucapin amin bareng - bareng guys!

Awal tahun dimulai dengan perjalanan seorang diri ke Bangka dengan kapal cepat express dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan travel ke kota Bangka nya. Apesnya Januari tuh masih musim hujan. Dan sepanjang hari di Bangka, hujaaaan teruus. Jadi perjalanan di Bangka lebih ke kuliner aja dan mampir ke pantai terdekat. Btw makanan di Bangka enak - enak banget sih sumpah!!


Bulan Februari, Maret, April sampai Mei, aku nggak terbang kemanapun. Alasannya adalah Udah daftar jadi member di salah satu studio olahraga haha. Super niat biar aktif gerak lagi, walau rasa malesnya ya masih ada (heran deh). Giliran traveling, banyak banget gerak, atau sekedar jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Giliran disuruh olahraga beuh, magernya kelewatan. But i did it!!.

Masuk ke bulan Juni yang langsung banyak penerbangan (udah berasa kayak pramugari aja say). Penerbangan pertamaku ke Makassar bersama tim Transmate Journey. Perjalanan yang panjang karena aku terbang lebih awal dibanding teman - teman satu tim yang notabene berada di Jabodetabek dan Bandung. Jadilah aku yang sampe pertama kali di Bandara Soekarno Hatta kala itu.


Perjalanan ke Makassar ini seru banget. Aku beruntung bisa jadi bagian Transmate Indonesia. Kami yang berangkat ke Makassar mendapat kesempatan buat melihat transportasi umum yang ada di Makassar dan juga ngeliat langsung bagaimana orang - orang di belakang layar yang mengatur lalu lintas transportasi baik di darat, laut maupun udara. 

Pulang dari Makassar, aku lanjutkan perjalanan darat menggunakan kereta api ke Yogyakarta untuk janjian bareng teman - teman yang sudah lama tidak bersua. Yogyakarta itu selalu ngangenin. Kotanya, makananya dan orangnya yang ramah. Liburan di Yogyakarta sangat singkat. Cuma tiga hari dua malam saja.


Kelar dari Yogyakarta aku langsung packing dan lanjut terbang ke Penang, Malaysia. Bisa di bilang Penang ini second home. Karena udah keseringan bolak - balik haha.  Cukup lama stay di Penang, sampai bulan Juli. 


Berhubung aku anaknya tuh emang bolang banget, jadilah aku memutuskan untuk terbang ke Bangkok di bulan Juli, dan melanjutkan penerbangan kembali ke Chiangmai. Kalian yang pernah liat story instagramku pasti taulah kalau aku tuh cinta banget sama Chiangmai. Karena kotanya chill banget, macem Bali, tapi ngga terlalu crowded kayak Bali.


Aku menghabiskan waktu seminggu di Chiangmai sembari merayakan idul adha di sana. Walaupun agama minoritas di Chiangmai, komunitas muslim cukup aktif juga lho di sana. Semoga nanti ada rejeki lagi buat merasakan sensasi idul adha di negeri orang.

Setelah nyaris satu bulan di Thailand, bolak balik keliling naik transportasi umum, akhirnya aku kembali terbang ke Penang sebelum pulang ke Jakarta. Kenapa mampir Penang lagi sih ? yaaa karena aku nitipin barang - barangku di rumah Penang wkwk. Dan fun fact nya adalah perjalanan ke Thailand satu bulan lalu itu banyak banget jastip, sampe aku kudu beli koper baru yang gede haha. Alhamdulillah balik modal.


Puas terbang di bulan Juni sampai Juli, waktunya pulang ke Indonesia. Dari Penang aku terbang ke Jakarta, kemudian lanjut perjalanan darat dari Jakarta menuju Lampung, dan tidur semalam di Lampung, sebelum besok paginya lanjut perjalanan darat ke Palembang. Sampe di Palembang aku memutuskan tiduuur sepuasnya. Hibernasi dulu demi mengembalikan tenaga yang terkuras selama satu bulan.

Sampai akhirnya masuk ke Bulan Agustus, bulan favoritku untuk merayakan Birthday Trip. Setelah vakum dua tahun, akhirnya aku bisa terbang lagi untuk merayakan hari kelahiranku. 

Kali ini aku ngga terbang sendiri, tapi ada tiga lelaki yang menemaniku. Terima kasih bro sudah menemani temen kalian yang kece ini merayakan ultah di negara orang.


Aku bisa bilang kalau Birthday Trip tahun 2022 kemarin adalah perjalanan paling seru. Pulang dari hoping island di El Nido, kulitku kebakar hahaha. Terus lanjut perjalanan darat ke Vigan, salah satu kota cantik di Manila yang vibesnya ala Spanyol. 

Walaupun kala itu cuaca lagi typoon, alhamdulillah kami berempat sehat dan selamat.

Lanjut ke bulan September, aku janji ke ibuku untuk pulang ke Palembang dan stay dulu khusus di bulan ini. Sampai akhirnya memasuki bulan Oktober, aku melakukan perjalanan darat ke Bandung bersama adik bungsuku. 

Perjalanan yang lumayan bikin sakit pinggang haha. karena yaa kami berdua memutuskan naik bis ke Bandung. Biar jadi experience juga buat adikku. Supaya punya cerita gimana perjuangan kami ke Bandung buat cari kosan nya. 

Sebagai anak tertua, aku mendapat mandat dari ayah ibuku buat cari kosan untuk adik bungsuku. Seneng deh dapet kosan yang semuanya serba baru ! semoga adekku betah di sana. karena itu kosan udah langsung kubayar setahun full wkwk. Kosan dia lebih bagus, dibanding kosanku jaman kuliah di Bogor dulu hikz.

Kelar nganter adek ke Bandung, aku lanjut terbang ke Bali dan melanjutkan perjalan ke Labuan Bajo. Sebenernya beli tiket ke Labuan Bajo ini untuk trip nostalgia. Mengenang perjalanan tahun 2014 silam. Tadinya mau start dari Maumere sampe Labuan Bajo. Tapi tiket ke Maumere sangat mahal. Jadilah aku pilih hanya mengunjungi Labuan Bajo dengan pesawat dan motoran ke Ruteng.

Om Jo dan Istrinya, treat us so well di Ruteng.

Dan yes aku menemukan keluarga baru di Ruteng. Sejak 2014 silam, Ruteng jadi salah satu kota favoritku juga. Suhu di sana tuh mengingatkanku pada Bukit Tinggi, kampung ibuku. 

Bulan Oktober sepulang dari perjalanan Labuan bajo, Ruteng dan Bali, aku terbang pulang ke Palembang dan melanjutkan perjalanan untuk eksplor Sumatera Selatan bersama Disbudpar Sumatera Selatan di bulan Oktober dan November. 


Ternyata potensi wisata di Sumatera Selatan itu banyak banget. Sayang belum semuanya terekspos di media.  Belum lagi akses untuk menuju destinasi wisata yang belum bagus jalannya. Sedih sih. Semoga nanti pemerintah daerah bisa berbenah.

Selesai eksplor Sumatera Selatan, aku langsung menuju Bandara dan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, sebelum akhirnya terbang kembali ke Bangkok, Chiangmai dan Phuket.

Sayangnya bulan November tuh musim hujan, jadi perjalanan ke Thailand ini banyak chill doang di kamar haha. Next time aku kudu eksplor Phuket lagi sih.

My Team My Adventure. Aku juga ngga paham sama pose mereka ini.

Masuk ke bulan Desember, ngajakin tim ku untuk main ke Bogor sebentar, sebelum aku terbang ke Pontianak. Dari Pontianak, aku melanjutkan perjalanan ke Kuching menggunakan Damri. Dan yes lagi - lagi aku tidak menyarankan untuk pergi di bulan "ber-ber" karena hujan deras selama aku di Kuching. Sedih sih. Next kudu balik lagi dan hiking ke gunung Santubong bersama warga lokal.


Pulang dari Kuching, menutup perjalanan di Bulan Desember dengan perjalanan naik bus dari Jakarta ke Dieng. Perjalanan yang sat set sat set berangkat. Sayangnya kami ngga kesampean hiking buat liat sunrise karena cuaca hujan.  

Tepat tanggal 31 Desember 2022 aku sampai di Jakarta sekitar jam 10 atau 11 malem gitu dan bablas tidur sampe tahun baru. Semoga tahun 2023 ini makin banyak rejeki biar bisa jalan ke tempat - tempat baru. Aminin bareng - bareng plis.


PERCINTAAN

"Banyak cinta yang datang mendekat"
"Ku menolak"
"Semua itu karna (..........................)"
lirik lagu di atas tuh cocok banget buatku. 
Makasih banyak buat "teman laki-laki" yang sudah hadir menemani di 2022 kemarin. We are not in the same boat intinya. 

Tapi tahun lalu itu tahun paling banyak aku ketemu laki - laki baru (bukaaan temen ya, tapi bener - bener orang baru). Ini kalau di ceritain, pasti kalian bakal senyum - senyum sendiri sih.

Dah segitu aja tentang percintaan mah.

Semoga tahun 2023 ini makin sehat, banyak rejeki, bisa punya waktu banyak buat keluarga, bisa produktif, dan belajar sabar (sumpah ini paling susah sih bagi aku yang kesabarannya nol). 

Aku doakan buat kalian yang baca postingan ini sampai habis, semoga selalu bahagia dan tercapai semua cita dan cintanya. Amin 💚.

Read more » →

Lima Fakta tentang Desa Napal Licin

Monday, November 7, 2022

Kunjungan ke Desa Napal Licin beberapa waktu lalu jadi salah satu unforgettable moment buatku. Walaupun baru pertama kali dateng ke sana. Ternyata Sumatera Selatan tuh potensi wisatanya nggak kalah sama Provinsi lain yang ada di Indonesia


Berikut Lima fakta yang harus kalian tahu tentang Desa Napal Licin.


1. Transportasi ke Desa Napal Licin Cuma Bisa Lewat Jalur Darat

Terletak di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Desa Napal Licin ini hanya bisa ditempuh menggunakan transportasi darat selama empat sampai lima jam jika berangkat dari kota Lubuk Linggau. 


Desa Napal Licin ini merupakan desa terakhir sebelum menuju Goa Napal Licin yang menjadi salah satu destinasi wisata minat khusus yang sempat mendunia. 

kiri ke kanan : Medan Jalan Napal Licin. Foto bareng warga lokal cilik. Jalanan Kosong.

2. Mayoritas Penduduk Napal Licin Petani-Pekebun

Penduduk Napal Licin memiliki mata pencaharian di bidang agrari, seperti pertanian dan perkebunan. Komoditas utama desa ini adalah karet dan kopi. Biasanya ibu-ibu di Desa ini akan sibuk sekali kalau sudah masa panen karet. Mereka langsung turun langsung ke kebun dan menyadap karet. 

Ekspresi ibu-ibu saat panen karet.

3. Cuma Axis yang Top Sinyalnya

Sebelum berkunjung ke Desa Napal Licin, siap-siap untuk hilang sinyal bagi provider Telkomsel, Indosat, Tri, dan XL. Untuk provider yang sinyalnya paling kencang dan stabil hanya Axis (karna cuma Axis yang sudah punya tower di Desa Napal Licin). 

Aku saat mencari sinyal :)

Fakta lainnya, walaupun Axis punya tower di sana, tapi teteup harus pake aplikasi tambahan untuk mengunci sinyal biar bisa internetan (ini hasil obrolanku dengan anak muda di Napal Licin).

Selain Axis, desa Napal Licin ini juga punya koneksi wifi berbayar yang vouchernya bisa kalian beli di kios khusus (karena keterbatasan waktu, aku ngga sempat buat mampir ke sana. Mungkin ini pertanda kudu balik lagi ke Napal Licin yes!)


4. Punya Destinasi Wisata yang Mendunia (sebelum krisis moneter)

Konon sebelum krisis moneter di negeri tercinta ini, Desa Napal Licin punya destinasi wisata yang mendunia yakni Goa Napal Licin. Dulu wisatawan asing sering berkunjung ke goa ini pada tahun 1992-1998. Bahkan pernah dibangun tempat peristirahatan bernama “Rawas River Lodge” yang pernah berjaya pada masanya.

Goa Batu Napal Licin

Semenjak krisis moneter, kunjungan wisatawan ke Goa Napal Licin menurun drastis, pun berakibat lumpuhnya sektor pariwisata di sana.


Baca : Goa Napal Licin, Wisata Minat Khusus di Muratara


5. Ada Air Terjun di Napal Licin

Walau lokasinya sangat jauh dari pusat kota, Napal Licin punya pemandangan yang indah dan destinasi wisata yang cantik. Selain Goa Napal Licin yang mendunia, desa ini juga punya Air Terjun yang akses menuju ke sana sangat aman. Tinggal naik biduk/perahu menyusuri sungai kerali dan lanjut trekking sekitar 15 menit, sudah bisa melihat air terjun. 

istirahat dulu habis trekking bestie.

Pemandangan selama menyusuri sungai sangat cantik ! apalagi hutan yang masih asli karena lokasi air terjun ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).


Ngga jarang saat menyusuri sungai, kalian bisa liat pemandangan penduduk desa yang sedang mandi hingga mencuci. Bahkan kalau beruntung, bisa lihat rombongan sapi yang lagi santuy makan rumput di sekitar sungai.


Well aku kayaknya wajib buat balik lagi ke Desa Napal Licin ini buat eksplor lebih jauh tentang Goa Napal Licin dan Berenang di Air Terjun Sungai Kerali!.


Doc : Pribadi & Tim Digital Media Disbudpar Sumsel

*Perjalanan ini dalam rangka Famtrip bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

 

Read more » →

Goa Napal Licin, Wisata Minat Khusus di Muratara

Friday, October 28, 2022


Terletak di perbatasan Musi Rawas Utara (Muratara), Goa Batu Napal Licin jadi salah satu objek wisata unggulan di Desa Napalicin, Provinsi Sumatera Selatan. Konon, goa ini dulu sempat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga mancanegara. 

Perjalanan menuju Desa Napalicin menempuh waktu lima jam dari kota Lubuk Linggau, dengan infrastruktur jalan yang sebagian masih rusak. Dan akses kesana cukup jauh.

Berbicara tentang goa Napal Licin, ini tuh goa pertama di Sumatera Selatan yang aku kunjungi. Dari beberapa goa di Indonesia yang aku kunjungi, baru goa Napal Licin ini yang dalamnya masih bisa napak (ngga ada aliran sungai/air macem di goa Pindul Yogyakarta ataupun goa Kristal di Kupang).


Trekking menuju mulut Goa Napal Licin memakan waktu sekitar 15 menitan dari gerbang utama yang bertuliskan “Selamat Datang di Taman Wisata Goa Napalicin TNKS”. 


TNKS merupakan kepanjangan dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Salah satu taman nasional yang ada di Indonesia dan menjadi taman nasional terbesar di Pulau Sumatera. 

Kawasan ini melingkupi 4 provinsi yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Sejak 2014 silam Taman Nasional Kerinci Seblat ini terdaftar dalam World Heritage Site sebagai Cluster Mountainous Tropical Rainforest Heritage Site of Sumatera bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Mang Dayat dan tongkat saktinya

Berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, menjadikan Goa Napal Licin ini bernilai jual tinggi, dari jalur pendakian yang masih alami hingga eksotisme goa yang punya keunikan sendiri. Stalaktit dan Stalagmitnya juga menambah kecantikan Goa. Bahkan ada stalaktit dan stalagmit yang menyatu di dalam Goa ini. Goa Napal Licin ini bisa jadi destinasi wisata unggulan kembali kalau pemeliharaannya terjaga.

Sayangnya saat kunjungan kemarin, kami menemukan masih banyak sampah di dalam Goa, mulai dari sampah plastik bekas makanan ringan, minuman dan juga tissue. 

Sedih ngeliatnya karena cukup banyak sampah. Belum lagi tindakan Vandalisme yang terlihat dari coretan di beberapa dinding Goa 🙁. Bahkan ada yang sengaja menulis nama gank beserta anggotanya. Ngga paham apa maksud dan tujuannya, yang jelas bikin sedih karena merusak keindahan Goa Napal Licin.

Baca deh tulisan di dinding goa. 

Semoga pas aku balik lagi ke Goa Napal Licin, makin banyak kemajuannya 👌 misalkan dibangunnya Information Centre, fasilitas toilet dan juga fasilitas penyewaan sepatu untuk trekking (lumayan sih ini buat jadi sumber pemasukan bagi warga setempat).



Dokumentasi Foto : Astari Ratnadya dan Tim Digital Media Disbudpar Sumsel

Read more » →

Catat !! Hal yang Wajib Kamu Tau, Sebelum Traveling ke El Nido Palawan

Thursday, August 25, 2022


Suasana di NAIA Airport Terminal 4 terlihat makin padat, imbas banyaknya pesawat domestik yang delay karena alasan operasional. Birthday trip tahun ini pilihannya ke Filipina, salah satu Negara di Asean yang sebelumnya sudah pernah aku sambangi 2019 silam lalu. Setelah vakum merayakan birthday trip dua tahun berturut-turut, akhirnya tahun ini bisa kembali merayakan birthday trip dengan persiapan yang lebih extra tentunya, mulai dari asuransi kesehatan, vaksin, hingga bekal selama perjalanan. 

Here we go,, setelah delay 2 jam 30 menit, sampai juga aku di Puerto Princesa Airport. Pintu masuk untuk menuju El Nido. Butuh waktu 5 jam perjalanan darat menggunakan van untuk bisa sampai di El Nido. Lama ya perjalanan birthday trip  kali ini. Tapi sangat worthed it !!! Filipina tu cantik, cuma mahalnya itu loh hahaha. Tapi sekali-kali ngga papa deh. Sembari merayakan usia baru di 18 Agustus 2022.


Let me tell you apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum terbang ke El Nido Palawan.

1. Tiket Pesawat ke Puerto Princesa (Round Trip) Sebisa mungkin pilih jadwal pagi, supaya sampe di El Nido ngga terlalu malam. Pesawatku kemarin jam 1:50 pm, tapi karna delay 2,5 jam jadilah aku sampai di El Nido larut malam. FYI untuk menuju El Nido, kita perlu naik pesawat dari Manila menuju Puerto Princesa dengan lama penerbangan 50 menit, lalu dilanjut dengan perjalanan darat menggunakan van sekitar 5-6 jam (melewati jalanan hutan semua). Prepare cemilan jangan lupa !!! biar ngga kelaperan selama perjalanan darat.Oh ya rata-rata harga tiket ke Puerto Princesa dari Manila sekitar 400 ribuan untuk satu kali jalan. Dan untuk van sekitar 210 ribuan.

2. Pesan Tiket Van Secara Online Kalian bisa lebih hemat waktu, kalau udah pesan tiket van secara online. Jadi biar sampe bandara udah tau mana van yang bakal digunakan. Nggak kebingungan kayak anak ilang gitu, plus menghindari penipuan harga yang mahal. Aku kemarin beli tiket langsung di tempat, karena saking sibuknya ngga sempet beli tiket online hikz. Harga di tempat 210 ribuan, sedangkan kalau order online sekitar 160ribuan.

3. Pesan Akomodasi dari jauh-jauh hari
El Nido ini famousnya ngga kalah sama Indonesia, tiap harinya selalu rame wisatawan. Jadi lebih baik untuk booking kamar kalian di penginapan. Kalau kalian tipe budget travel, di El Nido ini banyak banget pilihan. Mulai dari dorm room, sampe private room. Tinggal sesuaikan aja sesuai budget.

4. Pesan Tour El Nido secara Online Sebenernya banyak banget tour travel di sekitar El Nido yang bisa kalian pilih tapi saking banyaknya bakalan bikin kamu bingung. Karena memang harganya mirip-mirip antara tour travel satu dan lainnya. Psst biasanya harga tour di El Nido ini sudah include sama makan siang. Dan makanannya enak-enaaaak!!
Kebetulan kami beli paket plus Snack juga nih hihi.
Makan siang bareng peserta tour yang lain.
Nah, kalau kalian udah pesan secara online, kalian juga bisa dapetin promo. Lumayan kan bisa ngehemat budget traveling di El Nido. Philipina itu cantik, tapi mahal. Inget-inget ini ya bestie hahaha. Jadi bersyukur lah kita yang warga Negara Indonesia, karena biaya wisata kita masih tergolong murah.
5. Jangan Lupa bawa Perlindungan Extra buat Kulit Klean yang follow instagram aku sejak lama, pasti tau kan kalau trip ke Thailand ku kemarin bikin kulit jadi belang banget . Apalagi waktu jaman sebelum pandemi saat keliling Indonesia Timur, warna kulitku jadi keling (literally keling banget) karena lupa bawa sunblock. Belajar dari pengalaman pahit kulit belang pasca trip kemarin. Jadilah aku makin aware untuk bawa perlindungan extra buat kulit wajah tentunya. 
Untuk trip ke El Nido Palawan, aku udah prepare Skintific. Aku bawa langsung dari Palembang produknya hahaha. Let me tell you, hal yang bikin special kenapa aku bela-belain bawa produk ini untuk menemani perjalananku keliling El Nido. Jadi produk Skintific ini punya fungsi double protection, karena ini real protection sunscreen dengan kandungan utama 5x Ceramide yang berfungsi untuk memperbaiki dan melindungi skin barrier. Kemudian menggunakan UV Filter terbaru (tinosorb S/M) yang sudah dipatenin oleh BASF Germany dan terbukti bisa meminimalisir iritasi kulit. SPF 50+ PA++++ di SKintific 5X Ceramide ini kasih perlindungan penuh ke kulit wajah dari sinar UVA & UVB. Dan juga dilengkapi Blue Light Protections. Kemasan yang mungil 30 ml, ngebuat Skintific 5X Ceramide ini pas banget buat dibawa kemana-mana saat traveling. Dan yang paling aku suka dari produk ini tuh teksturnya yang ringan dan menyerap dengan cepat kayak serum. Plus ngga bikin warna kulit wajahku abu-abu after pake sunscreen.  Sebagai pemilik kulit sawo matang, permasalahan sunscreen di aku tuh “wajah jadi abu-abu” saat udah apply sunscreen. Trus nih kalau udah apply skintifix 5X Ceramide di wajah, bikin efek melembabkan hingga 8 jam pemakaian dan tetap nyaman sepanjang hari. Nah waktu hopping island di El Nido kemarin, aku pake produk ini 2 kali aja, saat mau pergi hopping island dan 4 jam aku re-apply kembali setelah snorkeling. Bener-bener ngga bikin kulit sakit ataupun iritasi after pemakaian. Ternyata produk ini tuh aman buat dipake di segala jenis kulit, termasuk yang punya kulit sensitive.

Kandungan di produk ini antara lain :
  • 5X Ceramide yang berfungsi mengembalikan dan membentuk skin barrier serta mencegah hilangnya kelembaban pada kulit.
  • Tinosorb S/M yang merupakan jenis UV Filter terbaru. Nah ini tuh sudah dipatenin sama BASF Germany. Fungsi dari Tinosorb S/M ini untuk memberikan proteksi lebih dari sinar UV tanpa bikin kulit wajah kita iritasi.
  • Hyaluronic Acid yang punya fungsi untuk mengembalikan dan mengunci kelembaban pada kulit wajah.
6. Wajib bawa Sandal Nah ini mungkin sepele yah, tapi kejadian kocaknya sama salah satu temen tripku, yang ke El Nido Cuma bawa sepatu hihi. Lucu kaaan saat main ke pantai malah pakai sepatu. Better memang kalian siapain deh sandal dari rumah, supaya bisa jalan-jalan di pantai pake sandal tanpa takut kebasahan kena air pantai hihi.

7. Tukar Uang Peso di Bandara atau Money Changer
Kalau kalian stay di Jakarta dan mau bawa bekal uang peso buat jaga-jaga mau jajajn pas mendarat di Manila, bisa tuh tuker uang di money changer Jakarta dulu. Tapi kalau pengalamanku pribadi sih, better untuk Tarik tunai langsung di bandara NAIA Airport Terminal 3 aja. Banyak banget ATM disana persis setelah pintu keluar. Dan ratenya juga cukup bagus kok. Kemaren aku Tarik tunai itu harga 1 peso – 280. 
pict from : images.bisnis-cdn.com
Oia untuk tarik tunai di ATM Filipina, makesure kartu debit kalian saldonya cukup dan punya logo master card atau visa ya. Nah kira-kira itulah persiapan yang harus kalian lakukan sebelum terbang ke El Nido Palawan. Aku pribadi kalau ditanya, cantikan mana “Indonesia atau Filipina” ? jujur susah sih jawabnya. Indonesia punya Bali dan Filipina punya El Nido, mereka punya kecantikan masing-masing yang khas hehehe. 

Buat teman-teman yang rencana mau ke Filipina, peryaratan masuk Filipina sekarang cukup tunjukan kartu vaksin yang sudah di convert ke WHO dan jangan lupa untuk isi One Helath Pass. Please tetap patuhi protocol kesehatan juga yah. Walau Virus Covid ngga seganas beberapa tahun lalu, tapi kita juga harus tetap waspada supaya ngga melonjak naik lagi pertumbuhan Covid di dunia.
Read more » →
← Previous page Next page →
Subscribe to: Posts (Atom)
Powered by Blogger.
© astarianadya • Theme by MG Studio